GAHARU INDONESIA
Gaharu Si Penghasil Aroma Wangi dan Harum
Tahukah anda bahwa satu pohon gaharu umur 7-8
tahun bisa menghasilkan uang sampai puluhan juta rupiah...? Apabila
setiap pohonnya sekurangnya dihasilkan
1 kg gubal gaharu (harga Rp. 7juta/kg untuk kualitas B), 10 kg
kemedangan (harga Rp. 500 ribu/kg) dan 20 kg serbuk/serpih (harga Rp 250
ribu). Berapa juta yang bisa didapatkan...? Ini adalah perhitungan
minimal, sesuai pengalaman, 1 batang gaharu bisa menghasilkan lebih dari 2 kg gubal, 20 kg kemendangan dan 20 kg serbuk.
penampang kayu gaharu dengan
resin/getahnya
Mungkin
masih banyak yang belum familiar dan bahkan belum tahu tentang gaharu. Gaharu atau dalam perdagangan internasional dikenal dengan agarwood, aloewood atau eaglewood adalah tumbuhan tingkat tinggi berkayu penghasil aroma wangi dan harum. Biasa digunakan
sebagai bahan dasar parfum, pengharum ruangan, bahan-bahan obat herbal
(aroma therapy, khususnya untuk obat asma dan hepatitis) dan juga
sebagai sarana peribadatan ritual keagamaan seperti di Cina, India
(hio atau dupa) dan timur tengah (minyak wangi).
Tidak semua pohon gaharu bisa dipastikan menghasilkan aroma harum. Pohon gaharu akan menghasilkan
resin/getah harum ini ketika pohon ini terinfeksi oleh salah satu jenis
jamur. (jamurfusarium sp).
Ketika terjadi infeksi, ada proses perlawanan anti body pohon gaharu
terhadap jamur yang menginfeksinya, proses perlawanan ini lah yang
menyebabkan muncul resin/getah harum. Secara alami, tidak semua pohon
bisa terinfeksi dengan sendirinya.
Pada mulanya produksi gaharu hanya bersumber dari hutan alam dengan hanya memungut dari bagian kayu dari pohon mati alami, namun karena permintaan pasar yang makin meningkat dan harganya yang fantastis mendorong pemburuan liar gaharu di hutan-hutan. Pemburu biasanya menebang semua pohon gaharu untuk mengambil gubalnya yang ada di dalam kayu.
Pada tahun 2000, Asgarin (Asosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu Indonesia) mencatat bahwa ketersediaan pohon gaharu di Indonesia sudah di ambang kepunahan. Sumatera
tinggal menyisakan 20%, Kalimantan 26 %, Papua 15%. Jelas, ini sangat
mengancam ketersediaan pohon gaharu di alam dan kelestarian hutan. Bisa
jadi, suatu saat hanya akan tinggal cerita, bahwa Indonesia pernah
menjadi pengekspor gaharu terbesar!
Budidaya
menjadi satu-satunya jalan menyelamatkan kelestarian gaharu dan
kerusakan hutan. Sebenarnya sudah ada beberapa daerah yang telah
mengembang-budayakan gaharu, semisal Jawa Timur, Jawa Barat, Bangka, Pekan Baru, Riau, Jambi,
beberapa daerah di Kalimantan, Bogor, Sragen, dan NTB.
Getah gaharu atau yang sering disedut resin/getah harum adalah zat imun fitaolexin yang
dikeluarkan oleh pohon gaharu untuk menangkal mikroba atau benda-benda
asing yang masuk ke dalam pohon gaharu. Resin ini bekerja untuk
melokasir kerusakan akibat serangan mikroba agar luka yang terjadi tidak
meluas ke jaringan lain. Penumpakan resin inilah yang menyebabkan pohon
gaharu menghasilkan gubal harum yang mempunyai nilai ekonomi yang
sangat tinggi.
Secara alami, proses terbentuknya resin ini sangat sulit (jarang). Inokulasi (secara sengaja memasukkan agent mikroba) sangat
diperlukan agar pohon gaharu bisa menghasilkan resin pembentuk gubal
harum. Ada beberapa metode yang selama ini sudah dipakai oleh masyarakat
secara tradisional, melukai dengan pasak kayu, memaku batang pohon,
melumuri dengan oli bekas dan sebagaianya. Bahkan di Vietnam, ada banyak
pohon gaharu yang menghasilkan gubal gaharu setelah pohon tersebut
terluka gara-gara peluru nyasar, ini juga terjadi di beberapa tempat di
Aceh. Metode tradisional ini tidak bisa
dipertanggungjawbkan secara ilmiah dan mempunyai tingkat kegagalan yang
sangat tinggi, serta memerlukan waktu yang panjang.
Badan
Litbang Kehutanan mencermati hal ini dengan sangat bijak, Langkah yang
ditempuh adalah dengan melakukan penelitan yang dilakukan oleh Pusat Penelitan dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Upaya ini membuahkan hasil temuan., fusarium sp sebagai isolat pacu terbentuknya resin pada batang pohon gaharu. Penemuan ini menjadi kunci keberhasilanbudidaya
gaharu. Inokulasi (penyuntikan) mempergunakan fusarium sp sudah
dilakukan sebagai uji coba di beberapa tempat. Dengan
proses inokulasi fusarium sp ini, dipastikan keberhasilannya mencapai
80%, artinya jika kita menginokulasi 10 batang gaharu, 8 batang
dipastikan berhasil. Inokulasi bisa dilakukan pada batang gaharu yang
setidaknya sudah memiliki diameter 15 cm (umur pohon sekitar 5 tahun).
Setelah dua bulan dari penyuntikan (inokulasi), tanda-tanda terbentuknya
resin harum ini sudah mulai nampak dengan adanya noktah-noktah hitam kecoklatan di batang gaharu. Panen bisa dilakukan 1-2 tahun dari masa penyuntikan/inokulasi.
Ada banyak
jenis pohon gaharu, tercatat 26 jenis yang tumbuh tersebar di Sumatera,
Kalimantan, Maluku, Irian Jaya (Papua), Nusa Tenggara, Sulawesi dan
juga Jawa. Semuanya bisa memberikan hasil yang bermanfaat dan menjadi
sumber penghasilan karena harga minyaknya yang sangat tinggi. Oleh
karena itu, seperti yang saya ceritakan sebelumnya (di sini), gaharu
terancam punah, dan untuk menyelamatkannya adalah dengan melakukan
budidaya gaharu. Selain untuk menyelamatkan gaharu, budidaya ini juga
untuk menyelamatkan hutan.
Bagaimana
budidaya gaharu? Di mana bisa mendapatkan bibitnya? Bagaimana
menanamnya? Bisa tumbuh di lahan apa saja? Bagaimana merawatnya?
Pemilihan Jenis Gaharu
Idealisnya,
semua jenis gaharu sebaiknya dikembang-budidayakan. Di lain sisi, tidak
dipungkiri bahwa salah satu harapan dari budidaya gaharu adalah untuk
mendapatkan hasil maksimal dari sisi ekonomi. Masing-masing jenis gaharu
mempunyai karakteristik berbeda-beda, hal ini tidak memungkinkan saya
mengurai satu-persatu. Ada dua jenis gaharu yang sangat potensial untuk
dibudidayakan : genus Aquilaria spp dan genus Gyripnos.
Kebun Gaharu budidaya
Kemudian apa saja yang diperlukan ?
1. Bibit Gaharu
Bibit gaharu berkualitas minimal bibit dalam keadaan sehat,
tidak sedang terserang hama, memiliki diameter 1 cm, secara fisik akar
dari bibit tersebut belum menembus polibag.
2. Persiapan lahan untuk ditanam
Nah, jika anda sudah memiliki bibit yang siap tanam, siap tanam ini
minimal tinggi pohon 20 sd 30 cm. Anda tentu saja akan bertanya, berapa pokok gaharu
yang bisa ditanam untuk 1 hektare lahan ? Disini minimal jarak tanam
adalah 3x3 Meter. Anda bisa mengunakan jarak tanam lainnya jika dirasa
ini terlalu dekat/sempit. Jika memang anda memilik lahan 1 hektare, ini
artinya luas lahan anda adalah 100m2, yang jika dikonversi kedalam meter
ada 10.000 meter. Nah, jika memang jarak tanam yang anda gunakan 3x3
meter maka tinggal kita bagikan saja dengan hitungan 10.000 meter / 9
meter = 1.111 pohon gaharu. Wah, banyak sekali. Nah, untuk lahan tidak mencapai luas 1 hektare, tinggal diukur saja luasnya, dibagi luas jarak tanam.
3. Media Tanam
Buatlah lubang ukuran 40 x 40 x 40 cm. lubang digali setidaknya 1-2 minggu sebelum bibit ditanam. biarkan lubang beraerasi dengan udara dan sinar matahari kurang lebih seminggu. Kemudian isi lubang dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang (kompos), biarkan selama seminggu. Selain dapat menghilangkan gas-gas yang berbahaya bagi tanaman tujuan pembuatan lubang agar
tekstur dan struktur tanah menjadi lebih subur sehingga akar muda dari
bibit mampu menyesuaikan kondisi perubahan struktur tanah dari polibag.
Diusahakan agar tanah galian digemburkan pada saat persiapan lubang.
4. Pemberian Naungan
Untuk menjaga tanaman agar tetap aman dan terlindungi dari sinar
matahari serta mengurangi penguapan air yang berlebihan maka anda bisa
memberikan naungan agar bibit tidak terkena sinar matahari langsung.
Bisa saja anda gunakan daun kelapa atau ditutup menggunakan daun yang
berukuran lebar. Waktu yang tepat untuk
penanaman yaitu diantara pertengahan musim penghujan.
5. Perawatan umum
Anda bisa memberikan pestisida (pestisida
organik sangat dianjurkan). Hal ini tentu saja bertujuan untuk menjaga tanaman anda dari
serangan hama yang biasa menggangu. Terutama pada musim kemarau. Daun gaharu sangat disukai hama ulat (Lepidoptera sp) Jika
hal ini terjadi, anda bisa berikan isektisida kimia yang
direkomendasikan toko pertanian. Karena jika tidak, pohon gaharu anda
akan sangat kehilangan daun dari pangkal hingga pucuk dan kemudian mati.
Kami menyediakan :
- Bibit gaharu Gyrinops Versteghii + registrasi bibit dari kementrian kehutanan dan BKSDA , dengan harga Rp. 40.000 per bibit (tinggi 40 cm up)
- Inokulasi gratis
- Pembelian panen
Bagi anda yang berminat menanam hubungi
masagus
telp/sms/whatsapp
085 215 847 073, 085 236 033 198
Kami menyediakan :
- Bibit gaharu Gyrinops Versteghii + registrasi bibit dari kementrian kehutanan dan BKSDA , dengan harga Rp. 40.000 per bibit (tinggi 40 cm up)
- Inokulasi gratis
- Pembelian panen
Bagi anda yang berminat menanam hubungi
masagus
telp/sms/whatsapp
085 215 847 073, 085 236 033 198
Tidak ada komentar:
Posting Komentar