Sabtu, 13 September 2014

Gaharu Indonesia

GAHARU INDONESIA

Gaharu Si Penghasil Aroma Wangi dan Harum
Tahukah anda bahwa satu pohon gaharu umur 7-8 tahun bisa menghasilkan uang sampai puluhan juta rupiah...? Apabila setiap pohonnya sekurangnya dihasilkan 1 kg gubal gaharu (harga Rp. 7juta/kg untuk kualitas B), 10 kg kemedangan (harga Rp. 500 ribu/kg) dan 20 kg serbuk/serpih (harga Rp 250 ribu). Berapa juta yang bisa didapatkan...? Ini adalah perhitungan minimal, sesuai pengalaman, 1 batang gaharu bisa menghasilkan lebih dari 2 kg gubal, 20 kg kemendangan dan 20 kg serbuk.

penampang kayu gaharu dengan resin/getahnya
Mungkin masih banyak yang belum familiar dan bahkan belum tahu tentang gaharu. Gaharu atau dalam perdagangan internasional dikenal dengan agarwood, aloewood atau eaglewood adalah tumbuhan tingkat tinggi berkayu penghasil aroma wangi dan harum. Biasa digunakan sebagai bahan dasar parfum, pengharum ruangan, bahan-bahan obat herbal (aroma therapy, khususnya untuk obat asma dan hepatitis) dan juga sebagai sarana peribadatan ritual keagamaan seperti di Cina,  India (hio atau dupa) dan timur tengah (minyak wangi).
 Tidak semua pohon gaharu bisa dipastikan menghasilkan aroma harum. Pohon gaharu akan menghasilkan resin/getah  harum ini ketika pohon ini terinfeksi oleh salah satu jenis jamur. (jamurfusarium sp). Ketika terjadi infeksi, ada proses perlawanan anti body pohon gaharu terhadap jamur yang menginfeksinya, proses perlawanan ini lah yang menyebabkan muncul resin/getah harum. Secara alami, tidak semua pohon bisa terinfeksi dengan sendirinya. 
Pada mulanya produksi gaharu hanya bersumber dari hutan alam dengan hanya memungut dari bagian kayu dari pohon mati alami, namun karena permintaan pasar yang makin meningkat dan harganya yang fantastis mendorong pemburuan liar gaharu di hutan-hutan. Pemburu biasanya menebang semua pohon gaharu untuk mengambil gubalnya yang ada di dalam kayu.
Pada tahun 2000, Asgarin (Asosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu Indonesia) mencatat bahwa ketersediaan pohon gaharu di Indonesia sudah di ambang kepunahan. Sumatera tinggal menyisakan 20%, Kalimantan 26 %, Papua 15%. Jelas, ini sangat mengancam ketersediaan pohon gaharu di alam dan kelestarian hutan. Bisa jadi, suatu saat hanya akan tinggal cerita, bahwa Indonesia pernah menjadi pengekspor gaharu terbesar!
Budidaya menjadi satu-satunya jalan menyelamatkan kelestarian gaharu dan kerusakan hutan. Sebenarnya sudah ada beberapa daerah yang telah mengembang-budayakan gaharu, semisal Jawa Timur, Jawa Barat, Bangka, Pekan Baru, Riau, Jambi, beberapa daerah di Kalimantan, Bogor, Sragen, dan NTB.
Getah gaharu atau yang sering disedut resin/getah harum adalah zat imun fitaolexin yang dikeluarkan oleh pohon gaharu untuk menangkal mikroba atau benda-benda asing yang masuk ke dalam pohon gaharu. Resin ini bekerja untuk melokasir kerusakan akibat serangan mikroba agar luka yang terjadi tidak meluas ke jaringan lain. Penumpakan resin inilah yang menyebabkan pohon gaharu menghasilkan gubal harum yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Secara alami, proses terbentuknya resin ini sangat sulit (jarang). Inokulasi (secara sengaja memasukkan agent mikroba) sangat diperlukan agar pohon gaharu bisa menghasilkan resin pembentuk gubal harum. Ada beberapa metode yang selama ini sudah dipakai oleh masyarakat secara tradisional, melukai dengan pasak kayu, memaku batang pohon, melumuri dengan oli bekas dan sebagaianya. Bahkan di Vietnam, ada banyak pohon gaharu yang menghasilkan gubal gaharu setelah pohon tersebut terluka gara-gara peluru nyasar, ini juga terjadi di beberapa tempat di Aceh. Metode tradisional ini tidak bisa dipertanggungjawbkan secara ilmiah dan mempunyai tingkat kegagalan yang sangat tinggi, serta memerlukan waktu yang panjang. 

Badan Litbang Kehutanan mencermati hal ini dengan sangat bijak, Langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan penelitan yang dilakukan oleh Pusat Penelitan dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Upaya ini membuahkan hasil temuan., fusarium sp sebagai isolat pacu terbentuknya resin pada batang pohon gaharu. Penemuan ini menjadi kunci keberhasilanbudidaya gaharu. Inokulasi (penyuntikan) mempergunakan fusarium sp sudah dilakukan sebagai uji coba di beberapa tempat. Dengan proses inokulasi fusarium sp ini, dipastikan keberhasilannya mencapai 80%, artinya jika kita menginokulasi 10 batang gaharu, 8 batang dipastikan berhasil. Inokulasi bisa dilakukan pada batang gaharu yang setidaknya sudah memiliki diameter 15 cm (umur pohon sekitar 5 tahun). Setelah  dua bulan dari penyuntikan (inokulasi), tanda-tanda terbentuknya resin harum ini sudah mulai nampak dengan adanya noktah-noktah hitam kecoklatan di batang gaharu. Panen bisa dilakukan 1-2 tahun dari masa penyuntikan/inokulasi.

Ada banyak jenis pohon gaharu, tercatat 26 jenis yang tumbuh tersebar di Sumatera, Kalimantan, Maluku, Irian Jaya (Papua), Nusa Tenggara, Sulawesi dan juga Jawa. Semuanya bisa memberikan hasil yang bermanfaat dan menjadi sumber penghasilan karena harga minyaknya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, seperti yang saya ceritakan sebelumnya (di sini), gaharu terancam punah, dan untuk menyelamatkannya adalah dengan melakukan budidaya gaharu. Selain untuk menyelamatkan gaharu, budidaya ini juga untuk menyelamatkan hutan.
Bagaimana budidaya gaharu? Di mana bisa mendapatkan bibitnya? Bagaimana menanamnya? Bisa tumbuh di lahan apa saja? Bagaimana merawatnya?

Pemilihan Jenis Gaharu
Idealisnya, semua jenis gaharu sebaiknya dikembang-budidayakan. Di lain sisi, tidak dipungkiri bahwa salah satu harapan dari budidaya gaharu adalah untuk mendapatkan hasil maksimal dari sisi ekonomi. Masing-masing jenis gaharu mempunyai karakteristik berbeda-beda, hal ini tidak memungkinkan saya mengurai satu-persatu. Ada dua jenis gaharu yang sangat potensial untuk dibudidayakan : genus Aquilaria spp dan genus Gyripnos.
 Kebun Gaharu budidaya


Kemudian apa saja yang diperlukan ? 
1. Bibit Gaharu 
 Bibit gaharu berkualitas minimal bibit dalam keadaan sehat, tidak sedang terserang hama, memiliki diameter 1 cm, secara fisik akar dari bibit tersebut belum menembus polibag.
2. Persiapan lahan untuk ditanam
Nah, jika anda sudah memiliki bibit yang siap tanam, siap tanam ini minimal tinggi pohon 20 sd 30 cm. Anda tentu saja akan bertanya, berapa pokok gaharu yang bisa ditanam untuk 1 hektare lahan ? Disini minimal jarak tanam adalah 3x3 Meter. Anda bisa mengunakan jarak tanam lainnya jika dirasa ini terlalu dekat/sempit. Jika memang anda memilik lahan 1 hektare, ini artinya luas lahan anda adalah 100m2, yang jika dikonversi kedalam meter ada 10.000 meter. Nah, jika memang jarak tanam yang anda gunakan 3x3 meter maka tinggal kita bagikan saja dengan hitungan 10.000 meter / 9 meter = 1.111 pohon gaharu. Wah, banyak sekali. Nah, untuk lahan tidak mencapai luas 1 hektare, tinggal diukur saja luasnya, dibagi luas jarak tanam.
3. Media Tanam
Buatlah lubang ukuran 40 x 40 x 40 cm. lubang digali setidaknya 1-2 minggu sebelum bibit ditanam. biarkan lubang beraerasi dengan udara dan sinar matahari kurang lebih seminggu.   Kemudian isi lubang dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang (kompos), biarkan selama seminggu. Selain dapat menghilangkan gas-gas yang berbahaya bagi tanaman tujuan pembuatan lubang agar tekstur dan struktur tanah menjadi lebih subur sehingga akar muda dari bibit mampu menyesuaikan kondisi perubahan struktur tanah dari polibag. Diusahakan agar tanah galian digemburkan pada saat persiapan lubang. 
Rekomendasi pemberian pupuk organik bisa saja dilakukan bahkan ini bisa dibilang penting, 3 sd 5 kg pupuk organik sangat dianjurkan untuk mempercepat laju pertumbuhan bibit. Bagi anda yang ingin menambahkan pupuk jenis NPK bisa menggunakan dosis 20-30 gram dan TSP dengan dosis 20 gram perlubang. Bila tanah memiliki tingkat keasaman <5 (kurang dari 5) bisa anda tambahkan kapur dolomit 100gram setiap lubang untuk memudahkan akar dalam menyerap hara lahan.
4. Pemberian Naungan
Untuk menjaga tanaman agar tetap aman dan terlindungi dari sinar matahari serta mengurangi penguapan air yang berlebihan maka anda bisa memberikan naungan agar bibit tidak terkena sinar matahari langsung. Bisa saja anda gunakan daun kelapa atau ditutup menggunakan daun yang berukuran lebar. Waktu yang tepat untuk penanaman yaitu diantara pertengahan musim penghujan. 
5. Perawatan umum
Anda bisa memberikan pestisida (pestisida organik sangat dianjurkan). Hal ini tentu saja bertujuan untuk menjaga tanaman anda dari serangan hama yang biasa menggangu. Terutama pada musim kemarau. Daun gaharu sangat disukai hama ulat (Lepidoptera sp) Jika hal ini terjadi, anda bisa berikan isektisida kimia yang direkomendasikan toko pertanian. Karena jika tidak, pohon gaharu anda akan sangat kehilangan daun dari pangkal hingga pucuk dan kemudian mati.

Kami menyediakan :
- Bibit gaharu Gyrinops Versteghii + registrasi bibit dari kementrian kehutanan dan BKSDA , dengan harga Rp. 40.000 per bibit (tinggi 40 cm up)
- Inokulasi gratis
- Pembelian panen

Bagi anda yang berminat menanam hubungi

masagus
telp/sms/whatsapp
 085 215 847 073, 085 236 033 198

Tidak ada komentar:

Posting Komentar