Selasa, 30 September 2014

Lets go green.. (Ayo.. Menanam Pohon)

Anda punya tanah pekarangan ataupun kebun yang kosong terbiar...?
Atau mungkin di depan atau belakang rumah anda ada tanah pekarangan walaupun sempit yang belum termanfaatkan secara maksimal. Tidak ada salahnya untuk mulai menanam sesuatu yang bermanfaat.
Pohon akan terus bermanfaat saat pohon tersebut hidup (tidak mati atau ditebang), selama itulah kita mendapatkan manfaat dari pohon. saat seorang menanam pohon maka dia tidak sadar bahwa pohon itu dimanfaatkan oleh serangga, semut, dan binatang lainya untuk tetap hidup bergantung pada pohon yang ia tanam. Mari kitra mulai menanam pohon, selain banyak manfatnya sekaligus untuk mendukung program penghijauan (go green) dari pemerintah

Keberadaan tanaman dirumah bisa menghilangkan emosi negatif serta perasaan gelisah dari aktifitas monoton yang  kita lakukan seharian. Penelitian membuktikan bahwa sebagian besar hal yang membahayakan kesehatan seseorang terjadi karena ia jarang berada di luar ruangan dan mencari udara segar.
Aktivitas menanam dan merawat tanaman juga memberikan anda kegiatan yang baru namun sekaligus mengasyikan. Seperti memberi pupuk, menyirami tanaman, memangkas tanaman yang mati. Hal sesimple ini bisa memberikan efek besar bagi kebahagiaan anda. Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu olahraga yang baik bagi kesehatan  tubuh.


Ketahuilah, menanam pohon bisa bernilai ibadah, di mana bila pohon tersebut berbuah dan buahnya dimakan burung dan manusia maka dihadapan Allah Ta’ala itu bernilai sedekah. Dan perlu diketahui bahwa oksigen yang dihasilkan pohon itu adalah juga makanan yang dihirup (dimakan) setiap tarikan nafas makhluk Allah Ta’ala. Rasulullah Sholollahu alaihi Wassalam bersabda,
“Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (Riwayat Imam Muslim, Hadits no.1552)
 Rasulullah Sholollahu alaihi Wassalam bersabda, “Jika hari kiamat telah tegak, sedang ditangan seorang di antara kalian terdapat bibit pohon (kurma); jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah.” (Riwayat Ahmad, al-Musnad, 3/182,184,191, ath-Thayalisiy)

Sebagian orang menyangka bahwa program penghijauan (Go Green) bukanlah suatu amalan yang mendapatkan pahala di sisi Allah, sehingga ada di antara mereka yang bermalas-malasan dalam mendukung program tersebut.

Sebuah hadits yang masyhur dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, beliau bersabda :

إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ‏‎ ‎انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ‏‎ ‎مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ‏‎ ‎صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ‏‎ ‎يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ‏‎ ‎صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya.” [HR. Muslim dalam Kitab Al-Washiyyah (4199)]
Perhatikan, satu di antara perkara
yang tak akan terputus amalannya bagi seorang manusia, walaupun ia telah meninggal dunia adalah SEDEKAH JARIYAH, sedekah yang terus mengalir pahalanya bagi seseorang.
Para ahli ilmu menyatakan bahwa sedekah jariyah memiliki banyak macam dan jalannya, seperti membuat sumur umum, membangun masjid, membuat jalan atau jembatan, menanam tumbuhan baik berupa pohon, biji-bijian atau tanaman pangan, dan lainnya.
Jadi, menghijaukan lingkungan dengan tanaman yang kita tanam merupakan sedekah dan amal jariyah bagi kita –walau telah meninggal- selama tanaman itu tumbuh atau berketurunan.


Terus, kira-kira tanaman apa yang ingin anda tanam...?

Kami menyediakan :
- Bibit gaharu Gyrinops Versteghii + registrasi bibit dari kementrian kehutanan dan BKSDA , dengan
  harga  Rp. 40.000 per bibit (tinggi 40 cm up)
- Inokulasi gratis


Bagi anda yang berminat menanam hubungi :
masagus
telp/sms/whatsapp
085 215 847 073, 085 236 033 198

Kamis, 25 September 2014

Gaharu Bersertifikat

        Gaharu berasal dari kata "aguru" dalam bahasa sansekerta yang berarti tenggelam (kayu berat). Dalam perdagangan internasional dikenal dengan nama agarwood, aloewood atau eaglewood. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi industri serta dukungan perubahan paradigma dunia pengobatan untuk memanfaatkan tumbuhan alami (back to nature), kini gaharu dibutuhkan selain sebagai bahan pengikat (fixative) dalam industri wewangian (parfum) dan kosmetika, juga dibutuhkan dunia sebagai bahan obat herbal yang aman bagi pengguna.

       Produksi gaharu semula hanya bersumber dari hutan alam dengan hanya memungut dari bagian kayu dari pohon mati alami. Kini potensi produksi terus menurun, sedangkan nilai guna gaharu semakin komplek  menjadikan harga jual semakin tinggi. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk berburu gaharu dengan cara menebang pohon hidup dan mencacah batang dalam upaya mencari bagian kayu yang telah bergaharu. Penebangan tersebut berlangsung secara masif menjadikan pohon gaharu alam menjadi langka. Tercatat bahwa ketersediaan pohon gaharu di Indonesia sudah di ambang kepunahan. Sumatera tinggal menyisakan 20%, Kalimantan 26 %, Papua 15%.

      Hal diatas mengundang komisi CITES (Convention on International in Trade Endangered of Wild Fauna and Flora Species) untuk menyelamatkan sumberdaya pohon penghasil gaharu dan sejak tahun 2004 telah ditetapkan genus Aquilaria spp dan Gyrinops spp masuk kelompok tumbuhan dalam Apendix II CITES. Hal tersebut berarti kedua species tersebut termasuk tumbuhan yang dilindungi undang-undang. Penanaman dan penebangan kedua jenis pohon tersebut harus berada dalam pengawasan dan ijin dari Kementrian Kehutanan Republik Indonesia dan BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam). Yang berarti pula bahwa penebangan dan jual beli tanaman tersebut tanpa disertai surat ijin resmi adalah perbuatan melanggar hukum dan dapat dijerat dengan undang-undang.

     Dalam upaya konservasi sumberdaya serta upaya membina produksi agar tidak tergantung kepada hutan alam, solusi alternatif secara teknis dapat dilakukan dengan pembudidayaan. Diketahuinya proses terbentuknya gaharu secara alami, dimungkinkan produksi gaharu dapat direkayasa secara buatan. Diharapkan melalui pengembangan budidaya pohon penghasil komersial, serta adanya upaya rekayasa produksi dapat memberikan nilai harapan perolehan pendapatan bagi masyarakat dalam memperbaiki dan meningkatkan kehidupan sosial ekonomi serta perolehan devisa bagi negara dari sektor kehutanan.
 
 Kami menyediakan :
- Bibit gaharu Gyrinops Versteghii + registrasi bibit dari kementrian kehutanan dan BKSDA , dengan
  harga  Rp. 35.000 per bibit (tinggi 40 cm up)
- Inokulasi gratis
- Pembelian panen

Bagi anda yang berminat menanam hubungi 085 730 129 448

Rabu, 17 September 2014

Petunjuk Teknis Budidaya Gaharu G.Verstegii

Petunjuk Teknis Budidaya Gaharu G.Verstegii
1. Karantina Bibit Gaharu 
 Bibit baru biasanya rawan stres, usahakan dikarantina dulu sebelum tanam agar dapat menyesuaikan iklim sekitar lahan sekurangnya 2-5 hari di tempat teduh di luar ruangan.

2. Media Tanam
Buatlah lubang ukuran 40 x 40 x 40 cm. Jarak antar tanaman 3x3meter. lubang digali setidaknya 1-2 minggu sebelum bibit ditanam. biarkan lubang beraerasi dengan udara dan sinar matahari kurang lebih seminggu.   Kemudian isi lubang dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang (kompos), biarkan selama seminggu. Selain dapat menghilangkan gas-gas yang berbahaya bagi tanaman tujuan pembuatan lubang agar tekstur dan struktur tanah menjadi lebih subur sehingga akar muda dari bibit mampu menyesuaikan kondisi perubahan struktur tanah dari polibag. Diusahakan agar tanah galian digemburkan pada saat persiapan lubang. 
Rekomendasi pemberian pupuk organik bisa saja dilakukan bahkan ini bisa dibilang penting, 3 sd 5 kg pupuk organik sangat dianjurkan untuk mempercepat laju pertumbuhan bibit. Bagi anda yang ingin menambahkan pupuk jenis NPK bisa menggunakan dosis 20-30 gram dan TSP dengan dosis 20 gram perlubang. Bila tanah memiliki tingkat keasaman <5 (kurang dari 5) bisa anda tambahkan kapur dolomit 100gram setiap lubang untuk memudahkan akar dalam menyerap hara lahan.


3. Pemberian Naungan
Bibit umur kurang dari satu tahun kurang toleran terhadap sinar matahari langsung. Untuk menjaga tanaman agar tetap aman dan terlindungi dari sinar matahari serta mengurangi penguapan air yang berlebihan maka anda bisa memberikan naungan agar bibit tidak terkena sinar matahari langsung. Bisa saja anda gunakan daun kelapa atau ditutup menggunakan daun yang berukuran lebar. Waktu yang tepat untuk penanaman yaitu diantara pertengahan musim penghujan. 
4. Penanaman Bibit
Siapkan bibit yangakan ditanam, siram sedikit air ke dalam polybag untuk menjaga tanah dalam polybag tidak pecah. Sobek polybag dengan hati-hati, letakan bibit di lubang tanam dan timbun dengan tanah bekas galian lubang lalu siram air secukupnya. Jika menanam pada musim hujan, tanah agak digundukan untuk menghindari genangan. 

5. Perawatan umum
Lakukan pemupukan dengan menggunakan puuk kandang fermentasi/ organik di sekitar tanaman setiap 3-4 bulan sekali. Dengan cara gemburkan/balikan tanah di sekitar tanaman lalu taburkan pupuk di sekitar tanaman. Penyiraman dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman (kira kira 1 liter per tanaman)
Anda bisa memberikan pestisida (pestisida organik sangat dianjurkan). Hal ini tentu saja bertujuan untuk menjaga tanaman anda dari serangan hama yang biasa menggangu. Terutama pada musim kemarau. Daun gaharu sangat disukai hama ulat (Lepidoptera sp) Jika hal ini terjadi, anda bisa berikan isektisida kimia yang direkomendasikan toko pertanian. Karena jika tidak, pohon gaharu anda akan sangat kehilangan daun dari pangkal hingga pucuk dan kemudian mati.

Kami menyediakan :
- Bibit gaharu Gyrinops Versteghii + registrasi bibit dari kementrian kehutanan dan BKSDA , dengan harga Rp. 40.000 per bibit (tinggi 40 cm up)
- Inokulasi gratis
- Pembelian hasil panen

Bagi anda yang berminat menanam hubungi
masagus
telp/sms/whatsapp :
085 215 847 073, 085 236 033 198

Sabtu, 13 September 2014

Gaharu Indonesia

GAHARU INDONESIA

Gaharu Si Penghasil Aroma Wangi dan Harum
Tahukah anda bahwa satu pohon gaharu umur 7-8 tahun bisa menghasilkan uang sampai puluhan juta rupiah...? Apabila setiap pohonnya sekurangnya dihasilkan 1 kg gubal gaharu (harga Rp. 7juta/kg untuk kualitas B), 10 kg kemedangan (harga Rp. 500 ribu/kg) dan 20 kg serbuk/serpih (harga Rp 250 ribu). Berapa juta yang bisa didapatkan...? Ini adalah perhitungan minimal, sesuai pengalaman, 1 batang gaharu bisa menghasilkan lebih dari 2 kg gubal, 20 kg kemendangan dan 20 kg serbuk.

penampang kayu gaharu dengan resin/getahnya
Mungkin masih banyak yang belum familiar dan bahkan belum tahu tentang gaharu. Gaharu atau dalam perdagangan internasional dikenal dengan agarwood, aloewood atau eaglewood adalah tumbuhan tingkat tinggi berkayu penghasil aroma wangi dan harum. Biasa digunakan sebagai bahan dasar parfum, pengharum ruangan, bahan-bahan obat herbal (aroma therapy, khususnya untuk obat asma dan hepatitis) dan juga sebagai sarana peribadatan ritual keagamaan seperti di Cina,  India (hio atau dupa) dan timur tengah (minyak wangi).
 Tidak semua pohon gaharu bisa dipastikan menghasilkan aroma harum. Pohon gaharu akan menghasilkan resin/getah  harum ini ketika pohon ini terinfeksi oleh salah satu jenis jamur. (jamurfusarium sp). Ketika terjadi infeksi, ada proses perlawanan anti body pohon gaharu terhadap jamur yang menginfeksinya, proses perlawanan ini lah yang menyebabkan muncul resin/getah harum. Secara alami, tidak semua pohon bisa terinfeksi dengan sendirinya. 
Pada mulanya produksi gaharu hanya bersumber dari hutan alam dengan hanya memungut dari bagian kayu dari pohon mati alami, namun karena permintaan pasar yang makin meningkat dan harganya yang fantastis mendorong pemburuan liar gaharu di hutan-hutan. Pemburu biasanya menebang semua pohon gaharu untuk mengambil gubalnya yang ada di dalam kayu.
Pada tahun 2000, Asgarin (Asosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu Indonesia) mencatat bahwa ketersediaan pohon gaharu di Indonesia sudah di ambang kepunahan. Sumatera tinggal menyisakan 20%, Kalimantan 26 %, Papua 15%. Jelas, ini sangat mengancam ketersediaan pohon gaharu di alam dan kelestarian hutan. Bisa jadi, suatu saat hanya akan tinggal cerita, bahwa Indonesia pernah menjadi pengekspor gaharu terbesar!
Budidaya menjadi satu-satunya jalan menyelamatkan kelestarian gaharu dan kerusakan hutan. Sebenarnya sudah ada beberapa daerah yang telah mengembang-budayakan gaharu, semisal Jawa Timur, Jawa Barat, Bangka, Pekan Baru, Riau, Jambi, beberapa daerah di Kalimantan, Bogor, Sragen, dan NTB.
Getah gaharu atau yang sering disedut resin/getah harum adalah zat imun fitaolexin yang dikeluarkan oleh pohon gaharu untuk menangkal mikroba atau benda-benda asing yang masuk ke dalam pohon gaharu. Resin ini bekerja untuk melokasir kerusakan akibat serangan mikroba agar luka yang terjadi tidak meluas ke jaringan lain. Penumpakan resin inilah yang menyebabkan pohon gaharu menghasilkan gubal harum yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Secara alami, proses terbentuknya resin ini sangat sulit (jarang). Inokulasi (secara sengaja memasukkan agent mikroba) sangat diperlukan agar pohon gaharu bisa menghasilkan resin pembentuk gubal harum. Ada beberapa metode yang selama ini sudah dipakai oleh masyarakat secara tradisional, melukai dengan pasak kayu, memaku batang pohon, melumuri dengan oli bekas dan sebagaianya. Bahkan di Vietnam, ada banyak pohon gaharu yang menghasilkan gubal gaharu setelah pohon tersebut terluka gara-gara peluru nyasar, ini juga terjadi di beberapa tempat di Aceh. Metode tradisional ini tidak bisa dipertanggungjawbkan secara ilmiah dan mempunyai tingkat kegagalan yang sangat tinggi, serta memerlukan waktu yang panjang. 

Badan Litbang Kehutanan mencermati hal ini dengan sangat bijak, Langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan penelitan yang dilakukan oleh Pusat Penelitan dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Upaya ini membuahkan hasil temuan., fusarium sp sebagai isolat pacu terbentuknya resin pada batang pohon gaharu. Penemuan ini menjadi kunci keberhasilanbudidaya gaharu. Inokulasi (penyuntikan) mempergunakan fusarium sp sudah dilakukan sebagai uji coba di beberapa tempat. Dengan proses inokulasi fusarium sp ini, dipastikan keberhasilannya mencapai 80%, artinya jika kita menginokulasi 10 batang gaharu, 8 batang dipastikan berhasil. Inokulasi bisa dilakukan pada batang gaharu yang setidaknya sudah memiliki diameter 15 cm (umur pohon sekitar 5 tahun). Setelah  dua bulan dari penyuntikan (inokulasi), tanda-tanda terbentuknya resin harum ini sudah mulai nampak dengan adanya noktah-noktah hitam kecoklatan di batang gaharu. Panen bisa dilakukan 1-2 tahun dari masa penyuntikan/inokulasi.

Ada banyak jenis pohon gaharu, tercatat 26 jenis yang tumbuh tersebar di Sumatera, Kalimantan, Maluku, Irian Jaya (Papua), Nusa Tenggara, Sulawesi dan juga Jawa. Semuanya bisa memberikan hasil yang bermanfaat dan menjadi sumber penghasilan karena harga minyaknya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, seperti yang saya ceritakan sebelumnya (di sini), gaharu terancam punah, dan untuk menyelamatkannya adalah dengan melakukan budidaya gaharu. Selain untuk menyelamatkan gaharu, budidaya ini juga untuk menyelamatkan hutan.
Bagaimana budidaya gaharu? Di mana bisa mendapatkan bibitnya? Bagaimana menanamnya? Bisa tumbuh di lahan apa saja? Bagaimana merawatnya?

Pemilihan Jenis Gaharu
Idealisnya, semua jenis gaharu sebaiknya dikembang-budidayakan. Di lain sisi, tidak dipungkiri bahwa salah satu harapan dari budidaya gaharu adalah untuk mendapatkan hasil maksimal dari sisi ekonomi. Masing-masing jenis gaharu mempunyai karakteristik berbeda-beda, hal ini tidak memungkinkan saya mengurai satu-persatu. Ada dua jenis gaharu yang sangat potensial untuk dibudidayakan : genus Aquilaria spp dan genus Gyripnos.
 Kebun Gaharu budidaya


Kemudian apa saja yang diperlukan ? 
1. Bibit Gaharu 
 Bibit gaharu berkualitas minimal bibit dalam keadaan sehat, tidak sedang terserang hama, memiliki diameter 1 cm, secara fisik akar dari bibit tersebut belum menembus polibag.
2. Persiapan lahan untuk ditanam
Nah, jika anda sudah memiliki bibit yang siap tanam, siap tanam ini minimal tinggi pohon 20 sd 30 cm. Anda tentu saja akan bertanya, berapa pokok gaharu yang bisa ditanam untuk 1 hektare lahan ? Disini minimal jarak tanam adalah 3x3 Meter. Anda bisa mengunakan jarak tanam lainnya jika dirasa ini terlalu dekat/sempit. Jika memang anda memilik lahan 1 hektare, ini artinya luas lahan anda adalah 100m2, yang jika dikonversi kedalam meter ada 10.000 meter. Nah, jika memang jarak tanam yang anda gunakan 3x3 meter maka tinggal kita bagikan saja dengan hitungan 10.000 meter / 9 meter = 1.111 pohon gaharu. Wah, banyak sekali. Nah, untuk lahan tidak mencapai luas 1 hektare, tinggal diukur saja luasnya, dibagi luas jarak tanam.
3. Media Tanam
Buatlah lubang ukuran 40 x 40 x 40 cm. lubang digali setidaknya 1-2 minggu sebelum bibit ditanam. biarkan lubang beraerasi dengan udara dan sinar matahari kurang lebih seminggu.   Kemudian isi lubang dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang (kompos), biarkan selama seminggu. Selain dapat menghilangkan gas-gas yang berbahaya bagi tanaman tujuan pembuatan lubang agar tekstur dan struktur tanah menjadi lebih subur sehingga akar muda dari bibit mampu menyesuaikan kondisi perubahan struktur tanah dari polibag. Diusahakan agar tanah galian digemburkan pada saat persiapan lubang. 
Rekomendasi pemberian pupuk organik bisa saja dilakukan bahkan ini bisa dibilang penting, 3 sd 5 kg pupuk organik sangat dianjurkan untuk mempercepat laju pertumbuhan bibit. Bagi anda yang ingin menambahkan pupuk jenis NPK bisa menggunakan dosis 20-30 gram dan TSP dengan dosis 20 gram perlubang. Bila tanah memiliki tingkat keasaman <5 (kurang dari 5) bisa anda tambahkan kapur dolomit 100gram setiap lubang untuk memudahkan akar dalam menyerap hara lahan.
4. Pemberian Naungan
Untuk menjaga tanaman agar tetap aman dan terlindungi dari sinar matahari serta mengurangi penguapan air yang berlebihan maka anda bisa memberikan naungan agar bibit tidak terkena sinar matahari langsung. Bisa saja anda gunakan daun kelapa atau ditutup menggunakan daun yang berukuran lebar. Waktu yang tepat untuk penanaman yaitu diantara pertengahan musim penghujan. 
5. Perawatan umum
Anda bisa memberikan pestisida (pestisida organik sangat dianjurkan). Hal ini tentu saja bertujuan untuk menjaga tanaman anda dari serangan hama yang biasa menggangu. Terutama pada musim kemarau. Daun gaharu sangat disukai hama ulat (Lepidoptera sp) Jika hal ini terjadi, anda bisa berikan isektisida kimia yang direkomendasikan toko pertanian. Karena jika tidak, pohon gaharu anda akan sangat kehilangan daun dari pangkal hingga pucuk dan kemudian mati.

Kami menyediakan :
- Bibit gaharu Gyrinops Versteghii + registrasi bibit dari kementrian kehutanan dan BKSDA , dengan harga Rp. 40.000 per bibit (tinggi 40 cm up)
- Inokulasi gratis
- Pembelian panen

Bagi anda yang berminat menanam hubungi

masagus
telp/sms/whatsapp
 085 215 847 073, 085 236 033 198